Fungsi Floor Dalam Penetuan Selang Kelas
Fungsi FLOOR pada Excel digunakan untuk membulatkan ke bawah, mendekat ke arah 0, suatu bilangan ke suatu nilai kelipatan tertentu. Contohnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
| Contoh | Keterangan | Hasil |
|---|---|---|
| =FLOOR(2.861, 0.5) | Membulatkan ke bawah, mendekat ke arah 0, bilangan 2.861 ke kelipatan 0.5 yang terdekat. Deret kelipatan 0.5 adalah ..., 2.0, 2.5, 3.0, 3.5, ... | 2.5 |
| =FLOOR(3.51, 2) | Membulatkan ke bawah, mendekat ke arah 0, bilangan 3.51 ke kelipatan 2 yang terdekat. Deret kelipatan 2 adalah ..., 0, 2, 4, 6, ... | 2 |
| =FLOOR(-3.5, -2) | Membulatkan ke bawah, mendekat ke arah 0, bilangan -3.5 ke kelipatan -2 yang terdekat. Deret kelipatan -2 adalah ..., 0, -2, -4, -6, ... | -4 |
| =FLOOR(10.4, 0) | =Membulatkan ke bawah, mendekat ke arah 0, bilangan 10.4 ke kelipatan 0. | 0 |
| =FLOOR(2.5, -3) | Error, oleh karena membulatkan suatu bilangan positif ke arah kelipatan negatif. | #NUM! |
| =FLOOR(-3.1, 2) | Error, oleh karena membulatkan suatu bilangan negatif ke arah kelipatan positif. | #NUM! |
Fungsi FLOOR memang kurang familiar dibanding dengan fungsi pembulatan lainnya, seperti Fungsi INT, Fungsi ROUND, Fungsi ROUNDUP, Fungsi ROUNDDOWN, dan sebagainya. Akan tetapi, dengan kemapuan yang dimiliki oleh Fungsi FLOOR, kita dapat memanfaatkannya untuk mengelompokkan suatu bilangan secara langsung ke dalam selang kelas yang kita inginkan. Peragaan contoh Penerapan Fungsi FLOOR berikut ini akan memperjelas hal tersebut. Tetapi sebelumnya kita perlu mengetahui prinsip dalam melakukan penentuan kelas.
Penentuan Batas Kelas
Sebelum mengelompokkan nilai-nilai ke dalam selang kelas yang sesuai, kita perlu menentukan batas-batas dari setiap Kelas yang diinginkan. Yang utama dalam penentuan batas kelas adalah penetapan selang kelas dan penetapan batas terbawah dari kelas. Sebagai contoh kita ingin melakukan pengelompokan kelas tinggi pohon 5-15 meter, 15-25 meter, 25-35 meter dan seterusnya. Pada contoh klasifikasi tersebut, selang kelasnya adalah 10 meter, dan batas terbawah kelas adalah 5 meter.
Untuk menentukan termasuk pada Kelas yang mana suatu hasil pengukuran tinggi pohon, misalnya 9.5 meter, melibatkan penentuan batas bawah kelas dan batas atas kelas yang sesuai bagi nilai tinggi pohon tersebut. Secara unum kita dapat melakukan cara berikut ini, dimana untuk sementara kita menggunakan fungsi INT untuk mempermudah pembahasan:
Untuk menentukan termasuk pada Kelas yang mana suatu hasil pengukuran tinggi pohon, misalnya 9.5 meter, melibatkan penentuan batas bawah kelas dan batas atas kelas yang sesuai bagi nilai tinggi pohon tersebut. Secara unum kita dapat melakukan cara berikut ini, dimana untuk sementara kita menggunakan fungsi INT untuk mempermudah pembahasan:
- Untuk menentukan Batas Bawah Kelas (BB) untuk suatu nilai N adalah:
BB=BTb + INT((N-BTb)/SK)*SK ; Btb=Batas Kelas Terbawah, N = Nilai yang akan dikelompokkan, SK = Selang Kelas - Untuk menentukan Batas Atas Kelas (BA) untuk suatu nilai N adalah:
BA=BTb + INT((N-BTb)/SK)*SK + SK; Btb=Batas Kelas Terbawah, N = Nilai yang akan dikelompokkan, SK = Selang Kelas
Pada contoh diatas, tinggi pohon 9.5 meter akan masuk ke dalam kelas dengan batas bawah BB = 5+INT((9.5-5)/10)*10 = 5 + 0 = 5, dan batas atas BA = 5+INT((9.5-5)/10)*10+10 = 5 + 0 10 = 15. Sehingga, 9.5 masuk ke dalam kelas 5-15 meter. Disini perlu disepakati bahwa kelas 5-15 meter meliputi tinggi pohon mulai dari 5 meter hingga lebih kecil dari 15 meter. Tinggi pohon 15 meter akan masuk dalam kelas 15-25 meter, bukannya 5-15 meter. Silahkan mencoba dengan memasukkan nilai-nilai yang lain pada formula di atas.
Fungsi Floor Dalam Penentuan Batas Kelas
Sebenarnya, untuk maksud penentuan batas kelas sudah cukup hanya dengan menggunakan Fungsi INT, seperti yang telah dipaparkan di atas. Akan tetapi, pemanfaatan kemapuan Fungsi FLOOR untuk membulatkan suatu bilangan ke nilai kelipatan tertentu, dapat lebih meringkas dan menyederhanakan formula untuk menentukan batas bawah kelas dan batas atas kelas.
Untuk menggantikan Fungsi INT dengan Fungsi FLOOR, dapat dilakukan dengan cara berikut ini.
- Untuk menentukan Batas Bawah Kelas (BB) untuk suatu nilai N adalah:
BB= BTb + FLOOR(N-BTb, SK) ; Btb=Batas Kelas Terbawah, N = Nilai yang akan dikelompokkan, SK = Selang Kelas - Untuk menentukan Batas Atas Kelas (BA) untuk suatu nilai N adalah:
BA= BTb + FLOOR(N-BTb, SK)*SK + SK; Btb=Batas Kelas Terbawah, N = Nilai yang akan dikelompokkan, SK = Selang Kelas
Catatan: Jika Batas terbawah kelas adalah 0, seperti 0-10, 10-20, 20-30, dan seterusnya maka parameter BTb pada formula di atas dapat dihilangkan.
Gambar berikut memperagakan pengelompokan hasil pengukuran tinggi pohon ke dalam kelas tinggi pohon dengan selang kelas 10 meter dan batas terbawah kelas 5 meter.
Catatan: Cara konkatenasi dengan '&' pada cell F5 digunakan untuk menggabungkan kelas bawah dan kelas atas ke dalam pernyataan kelas. Jika kita melakukan konkatenasi langsung pada formula cell F5 seperti berikut ini:
=5+FLOOR(C6-5, 10) & "-" & 5+FLOOR(C6-5, 10)+10
Maka kita tidak membutuhkan lagi kolom untuk 'Batas Bawah' dan kolom untuk 'Batas Atas'.
Disamping Fungsi FLOOR, Fungsi CEILING, yang berfungsi membulatkan suatu nilai ke atas, menjauh dari 0, ke nilai kelipatan tertentu, dapat juga digunakan untuk menentukan batas bawah dan batas atas kelas.
Formula pada cell D5 dan E5 dapat digantikan dengan cara berikut ini.
- Formula untuk batas bawah kelas pada cell D5:
=5+CEILING(C5-5,10)-10 - Formula untuk batas atas kelas pada cell E5:
=5+CEILING(C5-5,10)-10
Hasil yang kurang lebih sama akan diperoleh. Hanya saja, selang kelas 5-15 meter, misalnya, memiliki arti mulai dari tinggi lebih besar dari 5 meter hingga sama dengan 15 meter. Sehingga pohon dengan tinggi 15 meter akan masuk dalam kelas 5-15 meter, bukannya 15-25 meter. Sedangkan pohon dengan tinggi 5 meter akan masuk dalam kelas -5-5 meter.

No comments:
Post a Comment